selasa, 01 desember kemaren aku pergi mengunjungi perpustakaan universitas. sudah lama berjanji tapi baru kemaren perginya. itu juga karena telat masuk kelas Bahasa Inggris. Aku meminjam 4 buku sebagai bacaan, tp masih satu buku yang dipegang dan itu menjadi ketertarikanku dalam membahas perkembangan pariwisata di dalam negeri. Aku tinggal di kota Medan dimana memiliki segudang peninggalan sejarah yang menarik untuk dapat dijadikan objek wisata. mungkin pada tau sama Istana Maimoon, Tjong A Fie, Mesjid Raya, Museum Rahmat, dan masih banyak lagi yang bisa kalia dapat dari internet. berhubung dengan buku yang saya baca ini membahas tentang PARIWISATA<, PERDAGANGAN DAN INVESTASI kota Yogya Dalam Bingkai Otonomi. berikut artikel yang menurutku dapat dijadikan atau diterapkan ke dalam Pariwisata Kota Medan.
Tourism, Trade, Investment :
Yogya dalam Bingkai Otonomi.
Penulis : Ronny Sugiantoro.
PT. Bayu Indra Grafika Yogyakarta, 2001
Pernikahan Kraton' Siap Dijual untuk Wisman.
Niat untuk memajukan pariwisata, khususnya pariwisata Yogya tak tanggung tanggung. Banyak gagasan dari Sri Sultan HB X dimunculkan dalam upaya mengangkat potensi Yogya di kanceh nasional dan internasional. Salah satunya adalah kesiapan kraton untuk 'menjual' paket pernikahan ala Kraton bagi masyarakat mancanegara ( wisman). Gagasan ini sebenarnya pernah dilontarkan beberapa waktu silam, namun tak mendapat tanggapan positif dari pemerintah pusat pada masa pemerintah Orba. Padahal, pihak mancanegara , terutama pemerintah Jepang dan perusahaan penerbangan Japan Air LInes (JAL) ketika itu, sangat mendukung gagasan tersebut.
untuk menggaet wisman, yogya tidak bisa hanya mengandalkan obyek dan potensi pariwisata yang ada, tetapi harus bisa dihandalkan objek dan potensi pariwisata yang ada, tetapi harus bisa menciptakan wisata yang memiliki daya tarik tersendiri, misalnya aspek emosi wisman. Potensi wisata semacam itu yang bisa ditonjolkan salah satunya adalah pernikahan ala Kraton. Pernikahan yang dikemas dalam nuansa Kraton ini bukanlah bermakna religius tradisi Kraton, namun dikemas dari aspek seremonialnya, dengan sasaran untuk menumbuhkan emosi wisman. Dengan demikian, wisman dari negara mana pun diharapka punya ketertarikan emosional untuk selalu ingat dan akhirnya datang ke Yogya.
gagasan ini muncul ketika melihat trend baru warga mancanegara, misalnya negara jepang. masyarakat Jepang lebih suka merayakan pernikahan di luar negeri, ketimbang di negeri sendiri dengan alasan penghematan biaya. selama ini, banyak pasangan pengantin jepang merayakan pernikahan dan bulan madu di Hawaii. kalau potensi ini bisa ditarik ke Yogya, akan sangat bagus. Nantinya, rombongan penganin tersebut bisa disodori beberapa alternatif tempat untuk berbulan madu. sebagai rangkaian, diadakan puncak acara seremonial penanaman pohon dikawasan wisata yogya, misalnya dikali urang. perlu juga diberikan sertifikat dengan nama jawa yang akan sangat berkesan dan jadi kenangan untuk bagi mereka. diharapkan dengan serangkaian acara tersebut mereka kelak ingin kembali lagi unuk 'reuni' di Yogya.
Menurut aku dengan ide artikel diatas sangat menarik untuk di jadikan suatu kegiatan wisata. Paket Pernikahan untuk wisman dengan adat Batak Toba, Batak Karo, Melayu dan ragam suku lainnya. kegiatan ini kan hanya berunsur seremonial saja jadi sangat cocok buat calon pasangan yang memberikan kesan terbaik untuk hari besarnya. dari sisi lain mereka dapat menikmati kekentalan adat dan kebudayaan yang kita punya. mereka juga mempelajari beberapa kebiasaan kita dalam mempersiapkan hari Pernikahan. wah, ini salah satu gagasan yang baik untuk diwujudkan dalam mengembangkan objek wisata Kota Medan.
terima kasih dan mohon maaf jika ada kesalahan penulisan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar